Polres Manggarai Timur Hadirkan Sekolah Darurat, Pastikan Anak-Anak Tetap Belajar Pasca Gempa
Manggarai Timur – Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur membangun tenda darurat sebagai sarana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar bagi siswa-siswi SDK Santo Eduardus Borong yang terdampak bencana gempa bumi.
Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Darurat Polres Manggarai Timur tersebut mulai dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026, pukul 08.00 WITA, bertempat di halaman depan Polres Manggarai Timur.
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tersebut dimonitor langsung oleh Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, S.H., S.IK., M.M., CPHR, didampingi oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Manggarai Timur.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pendidikan di sekolah darurat melibatkan sejumlah tenaga pendidik, yakni guru-guru SDK Santo Eduardus Borong, personel Polwan Polres Manggarai Timur, serta mahasiswa dan mahasiswi KKN Universitas Nusa Cendana Kupang.
Pembangunan sekolah darurat ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polres Manggarai Timur dalam memastikan hak dasar anak atas pendidikan tetap terpenuhi di tengah situasi tanggap darurat bencana.
Sekolah darurat tersebut dihadirkan untuk menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar bagi para siswa, mengingat kondisi fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan dan belum aman untuk digunakan pasca terjadinya gempa bumi.
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, S.H., S.IK., M.M., CPHR, menyampaikan bahwa kehadiran sekolah darurat merupakan bentuk komitmen Polri untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap mendapatkan hak pendidikan meskipun berada dalam situasi bencana.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman meskipun saat ini berada dalam situasi darurat akibat bencana gempa bumi. Pendidikan tidak boleh terhenti. Karena itu, Polres Manggarai Timur berupaya menghadirkan fasilitas belajar sementara agar proses pendidikan tetap berjalan,” ujar Kapolres.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, personel Polwan, serta mahasiswa dan mahasiswi KKN Universitas Nusa Cendana Kupang yang turut berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama membantu dan mendukung kegiatan ini. Semoga keberadaan sekolah darurat ini dapat memberikan rasa aman, semangat, dan motivasi kepada anak-anak untuk tetap belajar serta melewati masa tanggap darurat dengan baik,” tambahnya.
Sekolah Darurat Polres Manggarai Timur dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 7 September 2026 hingga berakhirnya masa tanggap darurat bencana gempa bumi, yang telah disepakati diperpanjang terhitung sejak 30 Agustus sampai dengan 12 September 2026.
Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, Polres Manggarai Timur telah mendirikan sebanyak tiga unit tenda darurat yang berlokasi di halaman depan Mapolres Manggarai Timur.
Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan para siswa-siswi SDK Santo Eduardus Borong tetap dapat mengikuti proses pembelajaran dengan aman dan nyaman selama masa tanggap darurat.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan dukungan kepada anak-anak yang terdampak bencana.
#NttPenuhKasih

