POLRES MANGGARAI TIMUR IMBAU MASYARAKAT TIDAK TERPROVOKASI ISU KESALAHPAHAMAN DI TENGAH TANGGAP DARURAT
Manggarai Timur — Kepolisian Resor Manggarai Timur mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyikapi video yang beredar luas di media sosial terkait situasi di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Berdasarkan klarifikasi Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, peristiwa tersebut merupakan persoalan komunikasi dan koordinasi lapangan yang belum berjalan secara optimal dalam situasi tanggap darurat. Pemerintah daerah menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak perlu dipandang sebagai bentuk pertentangan antarpihak maupun konflik kelembagaan.
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, S.H., S.IK., M.M., CPHR., melalui jajaran terkait mengedepankan pentingnya komunikasi, koordinasi, serta sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kondisi darurat. Dalam situasi seperti ini, setiap unsur di lapangan memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan tujuan utama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak.
Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Winsensius Tala, M.Pd., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kondisi tanggap darurat menuntut seluruh unsur untuk bekerja secara cepat di tengah tekanan dan keterbatasan informasi.
“Setiap unsur dituntut mengambil keputusan secara cepat. Dalam kondisi demikian, perbedaan pemahaman terhadap informasi atau mekanisme koordinasi sangat mungkin terjadi,” ujar Winsensius.
Polres Manggarai Timur memandang bahwa perbedaan pemahaman yang terjadi di lapangan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi langsung dan koordinasi yang baik. Seluruh pihak diharapkan tidak membiarkan persoalan tersebut berkembang menjadi informasi yang tidak sesuai fakta atau menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dalam penanganan keadaan darurat, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, unsur kecamatan, perangkat desa, relawan, serta seluruh elemen terkait menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara efektif.
Kehadiran Camat sebagai unsur pemerintah kewilayahan memiliki peran penting dalam pelayanan publik dan koordinasi pemerintahan di wilayah. Di sisi lain, unsur kepolisian dan lembaga terkait juga memiliki tugas masing-masing untuk mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, serta kelancaran penanganan keadaan darurat.
“Setiap perbedaan yang terjadi hendaknya ditempatkan dalam kerangka koordinasi, bukan konflik personal maupun institusional,” kata Winsensius.
Polres Manggarai Timur juga mengajak masyarakat agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan potongan video, narasi, atau informasi yang belum diketahui kebenarannya. Masyarakat diharapkan mengutamakan informasi dari sumber resmi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat memperkeruh situasi.
Pemerintah daerah bersama pihak-pihak terkait telah mendorong dilakukannya komunikasi secara langsung untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi dan memastikan koordinasi penanganan tanggap darurat kembali berjalan secara optimal.
Kepolisian menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat harus tetap dijaga bersama. Seluruh pihak diharapkan mengedepankan kepentingan masyarakat dan tidak menjadikan perbedaan di lapangan sebagai persoalan yang dapat memecah sinergi antarlembaga.
“Pada akhirnya, pemerintah hadir bukan untuk mencari siapa yang menang atau kalah. Yang harus kita menangkan adalah kepentingan masyarakat. Kita tidak sedang berhadapan satu sama lain. Kita sedang berdiri di sisi yang sama: di sisi masyarakat,” pungkas Winsensius.
Polres Manggarai Timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, tertib dan kondusif, serta mendukung seluruh upaya penanganan kondisi darurat demi kepentingan masyarakat Kabupaten Manggarai Timur.
#NttPenuhKasih

