Polres Manggarai Timur Terus Perbarui Data Korban Gempa, 21 Meninggal Dunia dan 96 Luka-Luka

Polres Manggarai Timur Terus Perbarui Data Korban Gempa, 21 Meninggal Dunia dan 96 Luka-Luka

TribrataNews Manggarai Timur – Kepolisian Resor Manggarai Timur terus melakukan pemantauan, pendataan, dan pemutakhiran informasi terkait dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WITA.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dan diperbarui hingga Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 22.48 WITA, tercatat sebanyak 21 orang meninggal dunia dan 96 orang mengalami luka-luka di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

Gempa tersebut berpusat di laut dengan jarak sekitar 10–15 kilometer dari pesisir Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo. Getaran gempa dirasakan kuat di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Sempat dikeluarkan peringatan dini tsunami, namun peringatan tersebut telah dicabut. Masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

21 Orang Meninggal Dunia

Data sementara korban meninggal dunia tersebar di enam kecamatan, dengan rincian:

  • Kecamatan Kota Komba: 1 orang.

  • Kecamatan Lamba Leda Utara: 10 orang.

  • Kecamatan Lamba Leda: 4 orang.

  • Kecamatan Lamba Leda Selatan: 3 orang.

  • Kecamatan Sambi Rampas: 2 orang.

  • Kecamatan Elar: 1 orang.

Dengan demikian, jumlah sementara korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur mencapai 21 orang.

96 Orang Mengalami Luka-Luka

Selain korban meninggal dunia, sebanyak 96 orang tercatat mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam.

Korban luka-luka tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni:

  • Kecamatan Sambi Rampas: 8 orang.

  • Kecamatan Lamba Leda Utara: 83 orang, tersebar di Desa Satar Kampas, Desa Satar Padut, dan Desa Liang Deruk.

  • Kecamatan Kota Komba Utara: 5 orang.

Berdasarkan pemutakhiran sementara, dari total 96 korban luka-luka tersebut terdapat 33 orang mengalami luka berat dan 63 orang mengalami luka ringan.

Para korban mengalami berbagai kondisi akibat tertimpa atau terkena material bangunan maupun benturan saat gempa terjadi. Penanganan terhadap korban terus dilakukan bersama unsur terkait dan tenaga kesehatan.

Polres Manggarai Timur bersama pemerintah daerah, TNI, tenaga kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait lainnya terus melakukan langkah-langkah penanganan pascabencana.

Personel di lapangan dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, pengamanan lokasi terdampak, pendataan korban, pelayanan kepada masyarakat, serta membantu memastikan kebutuhan warga terdampak dapat ditangani bersama.

Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR ., menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperbarui data korban berdasarkan informasi yang diterima dari personel di lapangan dan instansi terkait.

“Data ini masih bersifat sementara dan akan terus kami lakukan pemutakhiran. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama terkait evakuasi, lokasi pengungsian, dan penanganan kondisi darurat.

Polres Manggarai Timur memastikan bahwa proses pendataan dan penanganan korban akan terus dilakukan secara maksimal. Setiap perkembangan informasi akan disampaikan setelah melalui proses verifikasi dan pemutakhiran di lapangan.

#NttPenuhKasih